Yoga untuk Kehamilan Sehat, Penuh Kesadaran, dan Proses Kelahiran yang Mudah ( sebuah catatan di akhir acara pelatihan pengajar yoga untuk kehamilan )

Kehamilan merupakan event sakral yang menjadi transisi bagi kehadiran kehidupan baru di muka bumi ini. Seperti halnya proses-proses transisi lainnya, kehamilan – yang melibatkan banyak perubahan fisik, mental, dan spiritual – juga dapat memunculkan berbagai macam ketidaknyamanan saat menjalaninya. Diperlukan keluwesan dari seorang calon ibu agar dapat menyesuaikan diri dengan semua perubahan  tersebut, juga kesiapan mentalnya agar tetap tenang di saat melahirkan, dan di saat membesarkan anak setelahnya.

Pada tanggal 25 – 28 November yang lalu, Yoga Leaf Bandung bekerjasama dengan Carin Studio Serpong menyelenggarakan acara pelatihan bagi fasilitator prenatal yoga ( yoga untuk kehamilan ).  Acara yang bertema  ‘ Yoga for a Healthier, Conscious Pregnancy and Gentle Birth’ –  atau Yoga untuk kehamilan  yang sehat, sadar, dan proses kelahiran yang mudah – ini diikuti oleh 40 orang peserta, yang seluruhnya merupakan praktisi dan pengajar yoga dan berasal dari beberapa kota di Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Bogor, Pekan Baru, Pontianak, Bali dan Makassar.

Dalam pelatihan yang diadakan selama 4 hari ( 30 jam ) ini dijelaskan tentang proses kehamilan dan kelahiran, mulai dari proses pembuahan sel telur, perkembangan janin dan perubahan fisik calon ibu selama kehamilan, proses kelahiran, hingga masa pasca kelahiran. Tentunya, seluruh proses tersebut dikaitkan dengan praktik-praktik yoga yang bermanfaat untuk menyeimbangkan kondisi ibu hamil saat menjalaninya.  Untuk itu, para peserta kemudian mempelajari cara  memodifikasi praktik-praktik yoga agar tetap ‘aman dan nyaman’ untuk ibu hamil, mempelajari cara menyusun sekuens prenatal yoga, dan mempelajari praktik – praktik yoga yang bermanfaat untuk mengatasi ketidaknyamanan fisik selama kehamilan ( misalnya untuk mengatasi sakit pinggang, sakit punggung, varises, weak bladder, heartburn, konstipasi, insomnia, linu panggul/skiatika, dlsb ). Mempelajari cara  mengatasi  ketidaknyamanan tersebut bagaikan menguasai teknik ‘pertolongan pertama pada kecelakaan’ / P3K yang efektif untuk mengurangi, mengatasi ketidakyamanan, menyeimbangkan, serta mengembalikan kenyamanan fisik saat menjalani kehamilan.

Tentu saja, selain mempelajari teknik-teknik persiapan fisik, yang tidak kalah penting lainnya untuk menghadapi persalinan adalah persiapan mental. Pada prinsipnya, semakin tenang calon ibu maka semakin mudahlah proses kelahiran bayi, dan sebaliknya, semakin tegang calon ibu  maka semakin sulitlah proses kelahiran bayi. Ketenangan dan kesiapan mental saat kelahiran bayi lah yang akan memberikan pengalaman melahirkan secara gentle birth, atau ‘ konsep persalinan yang santun, tenang, alami, selaras dengan alam’ . Diperlukan persiapan matang sejak awal kehamilan untuk mempersiapkan calon ibu tetap tenang dan rileks saat melahirkan. Untuk itu, dalam pelatihan ini para peserta mempelajari beberapa cara untuk mengajarkan praktik yoga yang kontemplatif untuk ibu hamil – seperti cara mengatur napas ( pranayama ), self relaxation ( pratyahara ), centering/pemusatan perhatian ( dharana ) dan meditasi ( dhyana ) – yang bisa menjadi media self help dan mempersiapkannya menuju persalinan yang santun, tenang dan alami.

Hal yang paling menarik dari pelatihan ini adalah hadirnya beberapa orang peserta pria  yang tertarik untuk mempelajari praktik – praktik prenatal yoga. Dengan penuh perhatian para peserta pria berpartisipasi penuh dalam setiap bagian dari pelatihan ini, termasuk saat diminta mengganjal perut dengan bantal agar dapat berempati pada keterbatasan fisik ibu hamil. Keterbukaan sikap ini sangat  patut dihargai, mengingat kehamilan dan kelahiran sebenarnya bukan hanya isu bagi perempuan, melainkan isu bagi seluruh keluarga. Memberikan pemahaman yang menyeluruh tentang proses kehamilan & kelahiran pada pria akan memberdayakan mereka untuk lebih mensupport  usaha  kesehatan dan kesejahteraan perempuan selama kehamilan. Dengan mempelajari teknik prenatal yoga, para peserta pria – yang semuanya merupakan pengajar yoga ini – dapat memberikan latihan yang lebih sesuai dengan kebutuhan murid hamil di dalam kelasnya sekaligus juga memberdayakan para suami untuk lebih mensupport istrinya selama kehamilan, saat melahirkan, dan pasca kelahiran.

Dalam pelatihan ini para peserta juga mempelajari dasar-dasar praktik water prenatal yoga ( yoga untuk kehamilan di dalam air ) dan mengakhiri pelatihannya dengan bersama-sama menyaksikan  tayangan film  edukatif tentang himbauan pemberian ASI eksklusif. Selain itu, peserta juga menyaksikan tayangan film inspiratif tentang perjuangan seorang perempuan yang tidak mengenal lelah mengkampanyekan kehamilan sehat dan membantu proses kelahiran secara alami – gentle birth –  demi terciptanya kesehatan dan rasa saling keterikatan yang lebih kuat di antara ibu dan anak, juga menciptakan rasa saling keterikatan di antara anggota keluarga dan di antara anggota masyarakat yang lebih luas.

Diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini semua peserta mendapat  pengetahuan dan pemahaman yang memadai tentang mengajarkan yoga bagi kehamilan, agar dapat mensupport lebih banyak perempuan untuk mendapatkan pengalaman kehamilan & kelahiran yang lebih sehat, lebih menyenangkan, dan tentunya lebih mengesankan.

Namaste.

Berikut ini adalah beberapa foto yang di ambil dalam Yoga Leaf Prenatal Yoga Teacher Training Course : Yoga for a Healthier Pregnancy and Gentle Birth :

lovely supine hip opener pose ^^

 

Shakti Dance

open hips pose for sciatica

hands on adjustment

 

hands on adjustment

 

hands on adjustment

 

 

group work

 

 

 

group photo

 

( Pujiastuti Sindhu. 2010 )

Untuk melihat foto-foto lainnya, silakan klik disini

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of