Why Yin Yoga ?

By Sebastian Pucelle

In the past 20 years the popularity of Yoga has increased to an extent where it is becoming difficult to understand what it is really about…

Hot Yoga, Power Yoga, Zen Yoga, Yoga Boxing, Dharma Yoga … just to name a few. (All those styles are part of the Hatha-Yoga)

No wonders, that the wannabe Yogi find it difficult to pinpoint the style suitable to his needs.

Coming back to the source from the Yoga Sutra of Pattanjali it is said:

Sutra 1. 2 yogash citta-vrtti-nirodah

Yoga occurs when the perturbations, whirlings, spinning, and agitations (vrtti) of the mind-field (citta) dissolve, cease, and become still (nirodha).

To keep it simple, yoga is a discipline to quiet and still the mind…

Any style that is providing a sense of serenity to the practitioner is giving justice to Yoga.

Yin Yoga is a style of yoga where you will explore this quality of quietness and stillness more than any other style, Yin “passive” as opposite of Yang “dynamic”.

The main ingredients in this practice are the relaxation of the body and the length of time that the posture is held for.

Keeping the body relaxed allows the practitioner to actually go deeper into the stretch and explore the full range of motion of the joint because Yin Yoga is targeting the connective tissues (cartilages, tendons, ligaments, fascias) rather than the muscles, connective tissues are responding to stimuli much slower than the muscle.

Holding the posture for longer time, and keeping the muscles relaxed allow the Yogi to access and lengthen the connective tissues.

Yin Yoga is opening the structural body: with a regular practice it will enable the practitioner to gain a much greater flexibility.

This is for the physical aspect of the practice.

Yin Yoga is actually focusing more on the lower limbs in order to open the hips, legs and lower back, this to prepare the practitioner for longer seating.

 

Why seating ?

The Sanskrit word Asanas is a big part of Hatha Yoga literally meaning to seat.

In the Yoga Sutras, Patanjali suggests that the only requirement for practicing Asanas is to be “steady:Sthira and comfortable:Sukham”.

The body is held poised, and relaxed in the posture with the practitioner experiencing no discomfort.

Those are very much the quality of Yin-Yoga,

The nature of this practice allows the Yogi to integrate the breath without difficulties, keeping unity of mind and body.

Most of the time the Yin-Yogi remains in the pose with closed eyes to move from external to internal awareness accessing “Pratyahara : withdrawal of the senses from his sense object”.

The practice of Asanas is very important primarily to restore and maintain the practitioner’s well being, improve the body’s flexibility and vitality.

It is not the Vinyasa, and strenuous postures that will get the Yogi enlightened or experience higher states of consciousness.

But it is the practice of “Pranayama: integration of mind and body through breathing exercises” and “Dyana: meditation” which enable the Yogi to alter his consciousness. Asanas are the preparation for meditation,

It is laborious to enter “Dharana: concentration of the mind” when oneself keeps moving and changing position.

It is the quality of stillness of the physical body, which allows stillness of the mind,

When the body becomes still the real nature of the mind is revealed stepping into the field of meditation.

further information click on www.back2yoga.org

…………………………………

Mengapa Yin Yoga ?

 

Dalam 20 tahun belakangan ini popularitas yoga sangat meningkat hingga ke batas dimana ia semakin sulit untuk dimengerti, tentang apa sebenarnya yoga ini …

Sebut saja, Hot Yoga, Power Yoga, Yoga Boxing, Yoga Tertawa .. ( yang sebenarnya semua merupakan cabang dari Hatha Yoga ).

Tidak aneh bila kemudian para calon yogi merasa kesulitan untuk menentukan style yoga mana yang paling tepat untuk dirinya, dan sesuai kebutuhannya.

Mengutip Yoga Sutra Patanjali, disebutkan :

Sutra 1. 2 yogash citta-vrtti-nirodah

Yoga terjadi saat gangguan, kekacauan, dan kegelisahan ( Vritti ) medan pikiran ( Citta ) terurai, berhenti, dan hening ( Nirodha ).

Agar lebih mudah, yoga berarti praktek untuk mendiamkan dan mengheningkan pikiran ..

Jadi, style yoga manapun yang dipraktekkan dan kemudian memberikan rasa tenang pada praktisinya, itu sudah memberikan pengertian yang cukup benar tentang Yoga.

 

Yin Yoga

Yin Yoga merupakan style dimana seorang praktisi akan mengeksplorasi kualitas hening dan diam melebihi style yoga lainnya. Yin berarti ‘ pasif ‘ dan kebalikannya, Yang berarti ‘ dinamis ‘.

Dua hal utama yang harus diperhatikan dalam praktek Yin Yoga adalah tubuh dijaga untuk tetap santai/rileks, dan jarak waktu yang cukup saat postur tersebut dilakukan.

Menjaga tubuh tetap santai membuat seorang praktisi dapat merentang tubuhnya lebih jauh dan mengeksplorasi range of motion sendi-sendi tubuh nya. Yin Yoga lebih bertarget pada organ jaringan ikat tubuh ( cartilages, tendons, ligaments, fascias ) ketimbang otot, dan kemampuan jaringan ikat untuk merespons stimuli jauh lebih lambat daripada otot.

Dengan menahan postur lebih lama, sambil menjaga otot tetap rileks, akan memungkinkan seorang Yogi untuk ‘membuka dan memanjangkan’ organ- organ jaringan ikat tubuhnya.

Yin Yoga membuka tubuh secara struktural, dan dengan latihan yang teratur akan membuat praktisinya mendapatkan fleksibilitas tubuh yang jauh lebih besar.

Ini adalah aspek fisik dari dari praktek Yin Yoga.

Yin Yoga sebenarnya berfokus pada tubuh bagian bawah untuk membuka pinggul, kaki, dan punggung bawah, untuk mempersiapkan praktisinya duduk lebih lama.

 

Mengapa untuk duduk ?

Dalam bahasa Sansekerta, Asanas – yang merupakan bagian terbesar dari Hatha Yoga – berarti untuk duduk.

Dalam Yoga Sutra, Patanjali menunjukkan bahwa kebutuhan untuk melakukan praktek asanas adalah semata-mata untuk ‘ Stabil ( Sthira ) dan Nyaman ( Sukham ) ‘.

Adalah saat dimana seorang praktisi melakukan sebuah postur dengan tubuh yang tenang dan rileks, tanpa ketidaknyamanan.

Dan ini sangat menunjukkan kualitas dari Yin Yoga.

 

Sifat dari Asanas memungkinkan seorang Yogi untuk mengintegrasikan napasnya tanpa kesulitan, sambil menjaga keselarasan antara tubuh dan pikirannya.

Seringkali seorang Yin Yogi melakukan postur sambil memejamkan mata untuk mengalihkan perhatian sadarnya dari dunia luar ke dunia di dalam dirinya, dan memasuki ‘ Pratyahara : Menarik panca indera dari objek – objek inderawi ‘.

Praktik Asanas sangat penting, khususnya untuk mengembalikan dan memelihara kesejahteraan diri, serta meningkatkan kelenturan dan vitalitas tubuh seorang praktisi.

Asanas bukan berarti Vinyasa, atau postur berat yang akan membuat seorang Yogi tercerahkan atau mengalami kesadaran yang lebih tinggi.

Namun, Asanas berarti ‘ Pranayama: penyatuan tubuh dan pikiran melalui latihan pernapasan’ dan ´Dyana : Meditasi ‘ yang memungkinkan seorang Yogi untuk mengubah tingkat kesadarannya. Asanas merupakan persiapan untuk bermeditasi.

Sulit sekali untuk memasuki ‘ Dharana : konsentrasi pikiran ´ saat seseorang tidak mau diam atau terus bergerak.

 

Kualitas hening dari tubuh fisiklah yang akan menghadirkan hening pada pikiran,

Dan saat tubuh fisik menjadi diam, sifat alami pikiran pun akan terungkap, dan melangkah masuk ke alam meditasi.

 

( diinterpretasikan oleh Pujiastuti Sindhu untuk Sebastian Pucelle )

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of