Puasa dan Yoga untuk Detoksifikasi yang Menyeluruh

Tulisan ini adalah ringkasan dari kegiatan tahunan kami, di Yoga Leaf Bandung, yang diadakan bertepatan dengan bulan Ramadhan. Semoga informasi ini dapat berguna bagi semuanya :)

Detoksifikasi/Detox adalah suatu tindakan pembersihan diri dengan cara membuang timbunan kelebihan sampah dan racun yang telah terkumpul dalam tubuh selama bertahun-tahun. Racun dalam tubuh kita kebanyakan berasal dari Makanan dan Minuman ( yakni bahan pengawet, bahan pewarna, junk food, makanan yang terlalu berlemak atau terlalu banyak gula, alcohol, kafein ), rokok , polusi udara, pestisida, dan lain – lain yang identik dengan gaya hidup tidak sehat.


Sebenarnya, setiap hari tubuh kita sudah melakukan proses detoksifikasi secara teratur dan alami, yakni melalui urin dan tinja. Selain itu, tubuh pun telah dilengkapi seperangkat ‘organ detoks’ yang canggih, yang berfungsi untuk membuang toksin, diantaranya :

1. HATI
Memiliki dua fungsi, sebagai pengatur metabolisme dan juga sebagai organ detoksifikasi. Hati bertugas menyaring bahan – bahan racun yang masuk kedalam tubuh melalui makanan atau lingkungan dan mengubahnya menjadi bentuk yang bisa digunakan oleh tubuh, menyimpannya, atau membuangnya untuk mencegah keracunan. Hati bertugas meng handle alkohol, obat-obatan, racun, dan kafein yang masuk kedalam tubuh dan mengubahnya menjadi bentuk yang bisa dibuang oleh tubuh.

2. GINJAL
Berfungsi menyaring sisa racun dari darah dan membuangnya dalam bentuk urin. Ginjal juga bertanggungjawab untuk menjaga cairan di dalam tubuh agar berada dalam jumlah yang tepat dan mengatur keseimbangan kalium dan natrium agar cairan dalam tubuh mengalir dengan benar. Jika darah mengandung terlalu banyak racun dan sampah, maka ginjal harus bekerja keras. Bila ginjal tidak optimal menjalankan tugasnya, tubuh menjadi lamban, lesu, dan mudah sakit.

3. KELENJAR GETAH BENING
Sistem ini bertindak sebagai ‘sarana pembuangan sampah’ bagi tubuh. Cairan getah bening, yang dihasilkan oleh kelenjar getah bening di berbagai bagian tubuh akan menyerap sel-sel mati, kelebihan cairan dan produk sisa lainnya dan membawanya ke nodus-nodus getah bening. Disini bahan sisa di saring dan akhirnya dimasukkan ke dalam darah untuk kemudian dialirkan ke salah satu sistem pembuangan: kulit, hati atau ginjal untuk dikeluarkan dari tubuh.

4. KULIT
Merupakan organ tubuh yang paling luas dan melayani banyak fungsi penting dalam tubuh. Kulit menjadi petunjuk tentang apa yang terjadi di dalam tubuh. Kulit yang pucat, bercahaya, segar atau kuning menjadi indikasi dari kondisi tubuh kita. Sebagai organ pembuangan, walaupun tidak sepenting hati, ginjal, atau kelenjar getah bening, tetapi kulit dengan sifatnya yang semi permeabel berfungsi sebagai ’saringan besar’ yang bertugas mengeluarkan sejumlah besar produk sisa dari tubuh melalui keringat. Bila fungsi organ pembuangan lainnya terganggu, kulit pun akan terganggu kesehatannya

5. PARU - PARU
Merupakan organ respirasi ( pernafasan ) yang mengangkut oksigen kedalam tubuh dan melepaskan karbon dioksida bersama senyawa pengotor dan racun dari dalam tubuh.

Namun, walaupun tubuh telah memiliki serangkaian organ detoksifikasi tersebut, jika ada salah satunya yang tidak berfungsi sempurna - misalnya karena stress sehingga efisiensinya terganggu, atau bila sampah racun yang masuk lebih banyak dari yang mampu untuk dikeluarkan – maka fungsi kerja organ detoksifikasi akan melambat, dan keseimbangan pembuangan racun pun akan terganggu.

Oleh sebab itu, dianjurkan untuk secara rutin melakukan ‘usaha tambahan’ berupa program detoksifikasi yang akan mengembalikan kendali fungsi dan keseimbangan alami tubuh dan membuat tubuh sehat kembali dengan cara:

1. Berpuasa

2. Beryoga

3. Mengatur pola makan yang lebih baik

( Ketiga cara ini dapat dilakukan secara mandiri - satu persatu – atau dikombinasikan ketiganya untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal ).

................................................................................................................

1. DETOKSIFIKASI DENGAN PUASA

Berpuasa adalah sebuah tindakan suka rela untuk tidak memakan apa pun untuk sementara waktu, yang telah dilakukan selama berabad-abad sebagai ibadah dalam agama serta merupakan terapi penyembuhan yang tertua dalam sejarah pengobatan manusia. Banyak ahli kesehatan yang menganjurkan praktek puasa dikarenakan puasa merupakan salah satu penyembuh alamiah yang terbaik ( bahkan, binatang pun akan ‘berpuasa’ saat mereka sakit, untuk mengeluarkan racun yang masuk ke dalam tubuhnya ). Saat berpuasa, organ-organ pencernaan dapat beristirahat sepenuhnya dan tubuh pun diberikan kesempatan untuk membersihkan diri dari segala kotoran dan racun yang telah terakumulasi selama bertahun-tahun ( proses Detoksifikasi/Detoks ).

Secara tidak sadar, kita telah melakukan ritual puasa setiap hari. Saat kita tidur, sebenarnya kita sedang berpuasa hingga pagi harinya ( ini pula yang mendasari istilah makan pagi dalam bahasa Inggris yang diterjemahkan sebagai breakfast atau berbuka puasa ). Dengan berpuasa, kita mengalihkan energi yang biasanya kita pergunakan untuk mencerna makanan ke arah otak, dan meningkatkan kemampuan otak untuk berkonsentrasi.

Ada banyak cara untuk berpuasa, termasuk diantaranya berpuasa selama 30 atau 40 hari penuh, seperti yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad, Nabi Isa, Nabi Musa. Dengan berpuasa, kita akan meraih manfaat menyeluruh secara fisik, mental, dan spiritual, diantaranya:

Manfaat Fisik : Berpuasa akan mengistirahatkan organ pencernaan. Tubuh akan terasa lebih ringan. Energi tubuh yang biasanya di alirkan ke pencernaan akan berfungsi untuk perbaikan dan penyembuhan tubuh.

Manfaat Mental : Berpuasa menguatkan pikiran dan kemampuan will – power. Seperti halnya tubuh, dimana kita dapat menguatkannya dengan menambah tantangan fisik, kita juga dapat membuat pikiran bekerja dengan lebih baik dengan memberikan tantangan yang lebih berat pada pikiran. Berpuasa juga dapat meningkatkan konsentrasi dan kekuatan mental.

Manfaat Spiritual : Saat tubuh dan pikiran tidak dikuasai oleh energi vibrasi dari makanan, maka tubuh dan fikiran akan lebih mudah terpusat pada hal – hal spiritual.


# Berikut ini adalah tips berpuasa sehat ’ Detox ’ Bagi Umat Muslim selama bulan Ramadhan :

Selama bulan Ramadhan, silakan tetap berpuasa sesuai aturan agama, dari adzan subuh hingga maghrib. Berbuka puasa lah dengan makan sehat ala detox, misalnya susu kedelai hangat dan salad sayur daripada kolak pisang dan teh manis hangat. Jangan makan lebih malam dari pk21.00. Contoh menu makan malam misalnya beras merah, dengan tumis sayuran, sayur tahu dan jus buah/ buah potong. Saat sahur, awali dengan minum air jeruk lemon/nipis hangat dicampur madu, tunggu selama 15 menit, baru makan untuk sahur. Jangan lupa minum air sebanyak – banyaknya diantara waktu – waktu makan dan tambahkan multivitamin.

Bagi wanita yang sedang datang bulan bisa melanjutkan ‘ berpuasa ‘ dengan cara yang di peruntukkan bagi umat non muslim berikut ini.


# Dan ini tips berpuasa sehat ’ Detox ’ Bagi Non Muslim:

Cobalah untuk berpuasa mini selama 1 minggu. Berpuasa selama 10 jam dari pukul 7 malam sampai dengan pk. 3 siang besok harinya ( waktu tidur tidak dihitung ). Tetap diijinkan untuk minum air putih, teh hijau dan jus buah tanpa gula putih. Saat buka, bukalah dengan buah segar. Makan malam ringan ala vegetarian sebelum jam 7 juga disertai hidangan sayur dan buah. Nasi lebih baik berasal dari beras merah.

Bila kita tidak terbiasa berpuasa, dan tetap ingin mempertahankan makan 3 x sekali pilihlah menu makan sehat ala detox. Misalnya: makan pagi dengan youghurt dan buah segar. Usahakan makan pagi sebelum pk.9, makan siang sebelum pk. 2 dan makan malam sebelum pk.9, sebab umumnya tubuh perlu waktu kurang dari 24 jam untuk metabolisme dan sebelum kita isi kembali.

Pola puasa mini seperti ini baik dijalankan sewaktu-waktu kita perlukan, misalnya setelah pesta dan makan besar. Beri tubuh waktu untuk berisitirahat dan membersihkan diri. Kita bisa melakukannya 1 – 2 hari selama 1 atau 2 bulan sekali, atau kapanpun kita merasa perlu. Dan rasakan tubuh terasa lebih bersih dan bugar setelah proses detoksifikasi. Semakin bersih pembersihan yang kita lakukan, semakin optimal fungsi organ-organ tubuh, dan membuat kita makin sehat.

...................................................................................

2. DETOKSIFIKASI DENGAN YOGA

Dari semua definisi tentang yoga, yang paling saya ‘iyakan’ - karena paling sesuai dengan hati - adalah yang menyatakan bahwa, ‘ Yoga Chitta Vritti Nirodha ‘ yang bila diterjemahkan menjadi ‘ Yoga sebagai pemurni fluktuasi pikiran ‘. Artinya,semua teknik yoga – mulai dari yang paling physical hingga yang ‘hanya’ duduk mengheningkan cipta – bertujuan untuk mendamaikan dan ‘mendetoks’ racun – racun mental dan pikiran, yang laten serta berpotensi untuk mengganggu ketentraman hidup.

Secara umum, praktek yoga dapat dianggap ‘menyeluruh’ dan lengkap bila dilakukan sesuai dengan kaidah 5 Prinsip Yoga, diantaranya Proper Exercise ( berolah tubuh secara teratur ); Proper Breathing ( Bernapas dengan benar ); Proper Rest ( beristirahat yang cukup ); Proper Diet ( pola makan yang baik dan benar ), serta Positive Thinking Through Meditation ( berpikiran positif melalui meditasi ).

Ke-5 prinsip tersebut menekankan adanya harmonisasi dan keseimbangan di antara ke-5 tonggak penunjang kesehatan manusia. Bila satu saja tonggak tersebut terabaikan, maka akan mengganggu keseimbangan, dan kesehatan yang optimal pun tidak akan tercapai. Misalkan saja, seseorang telah rutin berlatih olah tubuh yoga ( asanas ), olah napas yoga ( pranayama ), makan makanan bergizi, dan bermeditasi, namun kekurangan waktu untuk beristirahat, maka akan mudah terkena penyakit karena energinya telah terkuras oleh aktivitasnya dan tidak ada peluang untuk me ' recharge ' nya dengan energi yang baru ( melalui proses istirahat ). Begitu pula dengan seseorang yang mengesampingkan pentingnya makan makanan bergizi – walaupun ia sudah melakukan asanas, pranayama, istirahat, dan meditasi – akan mudah terkena penyakit karena daya tahan tubuhnya lemah, dan lain sebagainya.

Untuk tujuan detoksifikasi - yang terpusat pada organ pencernaan, organ detoksifikasi, pengaturan makan serta pengaturan gaya hidup yang sehat – ke 5 prinsip yoga ini bisa 'dimodifikasi' sebagai berikut:

BEROLAHTUBUH SECARA TERATUR: Melakukan teknik postur yoga yang dapat melancarkan proses pencernaan, meningkatkan gerakan peristaltik usus, menyeimbangkan hormon pankreas dan menstimulasi manipura chakra yang salah satu fungsinya adalah mengatur sistem pencernaan dan pembuangan ( menghindarkan dari sembelit ). Misalnya dengan melakukan Surya Namaskar, dan melakukan asanas dalam kategori forward bend series ( menekuk ke arah depan ), twisting series ( memuntir tulang punggung ),dan inversion ( postur2 terbalik ).

BERNAPAS DENGAN BENAR: Bernafas adalah proses yang berkesinambungan antara menghirup oksigen ( yang berfungsi sebagai ‘ bahan bakar tubuh ‘ ) dan mengembuskan karbon dioksida ( yang membawa racun serta unsur pengotor dari dalam tubuh ). Teknik pernafasan yoga penuh ( full yogic breath ) menekankan pada kualitas hembusan nafas dengan cara melatih nafas secara berirama, dengan rasio 1:2 atau 1:3. Prinsipnya, semakin lama proses menghembuskan nafas maka semakin banyak racun dan unsur pengotor yang dikeluarkan tubuh. Bila dibantu dengan proses khumbaka ( menahan nafas ) maka akan lebih meningkatkan jumlah toksin yang dikeluarkan lewat paru – paru.

BERISTIRAHAT DENGAN CUKUP: Beristirahat dengan cukup dan berkualitas setelah bekerja keras akan memperbaharui energi, meremajakan sel – sel tubuh, dan melancarkan aliran darah. Menjaga pola hidup teratur ( tidak sering bergadang dan keluar malam ) juga merupakan bagian darinya. Melakukan pijat dan scrubbing merupakan cara memanjakan diri yang sangat menyenangkan yang dapat meningkatkan kesehatan, melancarkan aliran darah, mengistirahatkan tubuh, membuat pori-pori kulit kembali ‘ bernafas ‘ dan mengaktifkan kelenjar getah bening. Berpuasa juga merupakan salah satu cara untuk mengistirahatkan organ perncernaan dan membersihkan tubuh.

POLA MAKAN YANG BAIK DAN BENAR: Mengonsumsi makanan yang bergizi dan ber prana baik, melancarkan proses eliminasi kotoran, serta membantu proses detoksifikasi ( akan dijelaskan di bagian akhir dari tulisan ini ).

BERPIKIRAN POSITIF MELALUI MEDITASI: Menjaga pikiran agar tetap positif, tenang dan bahagia merupakan usaha untuk menjaga agar kesehatan tetap optimal. Pikiran bersumber dari otak, dan otak merupakan pusat koordinasi tubuh, maka dengan menjaga pikiran agar dapat hanya memikirkan hal – hal yang baik akan mengirimkan impuls nyaman dan bahagia ke setiap sel tubuh. Bermeditasi dan selalu mengingat kebesaran Tuhan merupakan jalan untuk membersihkan pikiran dari semua kotoran dan racun dari pikiran dan hati seperti rasa takut, cemas, kuatir, bersalah, malu, sedih, minder, dan lain – lain.

................................................................................

3. DETOKSIFIKASI DENGAN POLA MAKAN YOGA

Yang tidak kalah penting dalam terapi detoksifikasi adalah memperhatikan kualitas makanan yang akan dimasukkan kedalam tubuh selama menjalani puasa.

Pikiran terbentuk dari makanan yang kita konsumsi setiap hari. You are what you eat, artinya bila makanan yang kita konsumsi berasal dari sumber yang murni, maka fikiran akan mampu mengembangkan intelektualitas yang kuat serta daya ingat yang baik, demikian pula sebaliknya. Kecenderungan mental seseorang dapat terlihat dari jenis makanan yang dipilihnya. Tidak hanya sekedar 'you are what you eat', namun ketertarikan kita terhadap suatu jenis makanan juga bisa menunjukkan tingkat dari kemurnian mental dan spiritual kita. Saat kita merasakan bahwa diri mulai berubah kearah yang lebih positif, kita juga akan menyadari bahwa pilihan makanan yang kita inginkan juga menjadi lebih baik dan sehat

Dikatakan bahwa seluruh alam semesta tergolong kedalam 3 kualitas, yang dalam bahasa sansekerta disebut trigunas, terdiri atas Sattvik ( Murni ), Rajasik ( over-stimulating, perangsang ), dan Tamasik ( rusak ). Semua hal memiliki ke tiga aspek ini, termasuk pola makan sehari – hari. Pola makan yoga adalah pola makan yang berdasarkan pada konsumsi bahan-bahan makanan satvik ( murni ) yang merupakan satu alternatif yang dapat membawa kebaikan pada tubuh, rasa nyaman dan ketenangan pada pikiran, serta membantu perkembangan spiritual.

A. Makanan Sattvic

Adalah makanan yang dapat meningkatkan vitalitas, energi, kekuatan, kesenangan, memberi rasa ‘ringan’ pada tubuh, dan bernilai nutrisi tinggi. Makanan jenis ini akan membentuk pikiran menjadi lebih murni, tenang, serta damai. Misalnya biji-bijian ( jagung, gandum, beras yang tidak mengalami proses pemutihan ), kacang-kacangan. buah – buahan dan sayur – sayuran segar, ramuan herbal, produk susu.


B. Makanan Rajasic

Adalah makanan yang menstimulasi tubuh dan pikiran secara berlebihan. Makanan jenis ini menyebabkan sulit tidur dan merusak keseimbangan tubuh dan fikiran. Makanan rajasic meningkatkan emosi, rasa marah, iri, serakah, egois dan lain – lain yang akan menjauhkan diri dari kesadaran akan Tuhan. Pola makan yoga membatasi atau bahkan menghindari penggunaan dari bahan – bahan makanan ini. Misalnya bawang merah dan bawang putih, kopi dan teh, tembakau, gula putih, soft drink, makanan yang terlalu berbumbu, dan makanan sattvic yang dimakan terlalu terburu – buru.

C. Makanan Tamasic

Adalah jenis makanan yang telah ‘ rusak ‘ dan berubah struktur kimiawinya. Makanan tamasik membuat seseorang menjadi malas, bebal, kurang berkonsentrasi, kehilangan kesadaran, dan meningkatkan terjangkitnya pernyakit kronis, depresi, serta membuat pikiran dipenuhi oleh pikiran dan emosi negatif. Misalnya makanan yang melalui proses fermentasi ( tape singkong, cuka, dll ), daging merah, daging ikan, daging unggas, telur. makanan yang terlalu matang ( busuk ) atau yang belum matang, gorengan, makanan yang terus menerus dipanaskan, makanan yang diawetkan, misalnya makanan kalengan, jamur , makanan sattvic yang dimakan terlalu banyak.

Penjelasan diatas dapat dibandingkan dengan pola makan kita sehari – hari. Untuk rencana pola makan yang lebih sehat, usahakan untuk memakan lebih banyak makanan sattvic, membatasi memakan makanan rajasic, dan berpantang makanan tamasic. Berikut ini adalah panduan cara makan yoga yang sehat dan baik, yang tidak hanya akan memengaruhi kesehatan tubuh, namun juga ketenangan pikiran dan ketentraman hati:

 

  • Hormati makananmu. Selalu awali dengan berdoa.
  • Jaga agar situasi makan dalam kondisi tenang. Jangan makan dalam keadaan marah. ‘Racun’ emosi akan dilepaskan oleh kelenjar dan kembali masuk lewat pembuluh darah saat kita marah.
  • Jangan makan makanan yang terlalu panas, atau dingin, karena akan mengganggu proses pencernaan.
  • Jangan memaksa diri untuk makan makanan yang tidak kita suka, dan jangan pula hanya makan makanan yang kita sukai saja.
  • Hindari mencampur terlalu banyak jenis makanan dalam satu waktu makan. Terlalu banyak kombinasi makanan akan menyulitkan pencernaan untuk mengurainya.
  • Makan sekurangnya satu menu makanan basa dalam satu waktu makan untuk menjaga kadar basa dalam darah.( Makanan sattvic masuk dalam kategori makanan basa/alkali ).
  • Jangan minum disaat makan karena akan melemahkan fungsi asam lambung, menyebabkan masalah pencernaan.
  • Jaga agar mulut tetap bersih. Ini merupakan gerbang menuju proses pencernaan yang baik.
  • Makan secara perlahan dan kunyah hingga benar-benar halus untuk mempermudah proses pencernaan di dalam lambung.
  • Makan sebelum lapar dan berhenti makan sebelum kenyang. Kekenyangan akan mengganggu proses pencernaan, membuat organ pencernaan bekerja lebih keras untuk memproses makanan. Membuatnya stress dan mudah terkena penyakit. Isi lambung dengan setengah bagian makanan, seperempat bagian air, dan seperempat lainnya untuk pemuaian gas.
  • Makan makanan yang telah di proses sesedikit mungkin.
  • Makan di waktu-waktu tertentu saja, jangan makan di antara waktu makan. Berpuasalah dari satu waktu makan ke waktu makan lainnya.
  • Masak makanan setengah matang ( untuk sayuran ) untuk menjaga kandungan nutrisi dan rasanya.
  • Makan untuk tetap hidup, bukan hidup untuk tetap makan. Sederhana dalam makan dan pilihan makanan.
  • Minum air hangat dicampur perasan jeruk lemon dan madu di pagi hari, untuk meningkatkan kesehatan pencernaan, memberikan energi dan membersihkan darah.
  • Jangan berlatih asanas segera setelah makan.
  • Coba untuk berpuasa sekali seminggu. Berpuasa melepaskan racun, memperbaiki mekanisme kerja organ dalam tubuh dan mengistirahatkan organ pencernaan.
  • Selalu mengingat Tuhan, sang pemberi makanan, dan penjaga kehidupan. Ingat pada Tuhan disaat makan dan bersyukur atas nikmat makanan yang telah diberikannya, sebelum dan setelah makan.

.....................................................................................

Selamat berpuasa, semoga mendapatkan banyak manfaat, dan semoga diakhir masa berpuasa kelak kita semua dapat bertransformasi menjadi seorang manusia yang baru. Lahir dan bathin. Mind, body, and Spirit.

Namaste.

PrintEmail

Comments   

0 #8 Aryanti 2011-07-15 02:50
Teh ujii....

di tunggu selalu ya workshopnya di bulan puasa...

dan terima kasih atas sharing knowledgenya..
Quote
0 #7 ujie 2010-05-11 18:17
Quoting tiane tobekti:
thanks mba ujie... :-)
terima kasih juga komennya mbak, ampe ketemu di Yoga Leaf yaa..
Quote
0 #6 tiane tobekti 2010-05-08 00:27
br baca.... asik bermanfaat bgt.... thanks mba ujie... :-)
Quote
0 #5 ujie 2010-04-28 08:42
terimakasih ya sudah mampir dan juga untuk komen nya :P
Quote
0 #4 johan 2010-04-28 05:19
:-) sangat bermanfaat
Quote
0 #3 johan 2010-04-28 05:19
:roll: sangat bermanfaat
Quote
0 #2 ujie 2010-03-25 06:20
u r welcome.. semoga berguna yah :)
Quote
0 #1 Primitasari 2010-03-19 09:59
Bagus bgt...insyaalloh coba ah...thanks ya Teh
Quote

Add comment


Security code
Refresh

© Copyright  Yoga Leaf 2004 - 2016

Articles View Hits
1264719