Memilih Pelatihan Pengajar Yoga

Ada yang sering menanyakan: Mana yang lebih penting untuk diikuti. Ikut pelatihan pengajar yoga 200jam dulu atau ikut pelatihan pengajar Pre&Postnatal Yoga atau Kids Yoga dulu?

Jawabannya TERGANTUNG KEBUTUHAN anda. Bila anda adalah murid yoga yg telah sekian tahun berlatih dan ingin meningkatkan kemampuan belajar sambil mengajar, ambillah Pelatihan Pengajar 200jam. Tapi untuk program Pre&Postnatal YTT dan Kids YTT, kami bahkan TIDAK mensyaratkan peserta utk memiliki pengalaman beryoga beberapa tahun sebelumnya.

Mengapa? Karena kami paham, seringkali diantara peserta yang berprofesi sebagai bidan ( atau perawat, dokter umum, dokter obgyn, dosen keperawatan/kebidanan ) dan guru sekolah ( PG, TK, SD, SMP, bahkan Kepala Sekolah ), mereka tidak punya pengalaman beryoga selama itu. Bahkan seringkali nol persen!

Tetapi kami yakin mereka punya kecintaan terhadap profesinya yang berkaitan dengan dunia ibu hamil & ibu menyusui dan dunia anak2, bahkan mereka adalah para ahli dalam bidang itu.

Tentu saja ahli! Kami percaya bila anda terus menekuni sebuah bidang profesi selama minimal 10 tahun akan menjadikan anda seorang ahli/expert. Dan sebagai expert, anda adalah figur otoritas bagi klien2mu, anda tahu persis apa yang anda cari dalam sebuah pelatihan ( anda bukan sedang iseng2 ikut pelatihan), dan anda paham bagaimana mengaplikasikannya kedalam profesimu.

Dan sebagai ‘ujung tombak’ yg langsung berhadapan dengan puluhan dan bahkan ratusan klien hamil dan anak2, kami pun percaya, anda memang perlu diberdayakan dengan skill mengajar yoga untuk kalangan itu. Karena mereka percaya padamu. Rasa percaya yg mengalahkan keraguan bahwa anda sebenarnya raw newbie ( pemula yg mentah ) dalam beryoga. Tapi mengapa tidak? Toh semua pengajar yoga awalnya pun adalah raw newbie.

Sebagai raw newbie, adalah tugas kami di sesi2 awal pelatihan untuk mengenalkan yoga secara jelas dan mendasar. Anda harus paham di lahan baru mana anda berpijak. Anda perlu paham sistem yoga secara menyeluruh, sejarahnya, tujuannya, praktiknya, seperti apa kebanyakan praktik yoga di Indonesia, praktek yoga seperti apa yg akan anda praktikkan dan ajarkan, dan lain-lain.

Mungkin beberapa peserta bertanya dalam hati, “Kenapa sih, aku perlu tahu hal-hal yang beginian? Aku kan hanya mau mengajarkan yoga sama ibu hamil/anak2?”.

Pengetahuan inilah yg justru akan menguatkan anda untuk menjalani hal baru yg dipilih, sekaligus menghormati praktik-praktik lainnya yang anda pilih untuk tidak lakukan. Bagaimana pun, anda tengah ‘memodifikasi’ ( mengambil hanya yg anda perlukan saja ) sebuah sistem yg luhur dan sakral milik kebudayaan lain, yg walaupun tidak sepenuhnya anda praktikkan, namun tetap perlu anda hormati.

Dan beberapa dari mereka yg awalnya hanya ingin mengajar yoga untuk ibu hamil atau anak2, setelah bertahun2 mengajar, akhirnyaΒ jatuh cintaΒ beneran pada yoga, latihan yoga beneran dengan penuh dedikasi dan ketekunan, dan mereka pun mendaftar untuk pelatihan pengajar 200jam. Kebanyakan dari mereka tumbuh menjadi sangat keren, menjadi expert-expert baru, yg tidak jarang malah lebih keren dan sukses dari kami. Itu adalah pujian tertinggi bagi kami. Menandakan kami sudah melakukan tugas kami dengan benar.

Itulah sekilas cerita tentang para peserta pelatihan pengajar yoga khusus bumil dan anak yang ‘menyeberang’ ke pelatihan 200jam. Sedikit berbeda ‘skenario’ dengan peserta pelatihan 200jam, yg sudah jatuh cinta duluan, latihan tekun bertahun2 duluan, mengikuti pelatihan pengajar 200jam duluan. Setelah mengajar beberapa tahun, ada saatnya merekaΒ  ingin menguasai sesuatu yg bisa menjadi spesialisasi dalam mengajar yoga.

Untuk itu, kami merekomendasikan mereka utk ikut pelatihan yoga utk ibu hamil & menyusui atau yoga untuk anak2 ( atau beberapa style khusus yoga lainnya yg kini semakin marak di Indonesia ). Kami menyarankan untuk mengikuti ‘panggilan hati’ masing2 untuk memilih jalan spesialisasi ini. Yang ada panggilannya dan yang mudah utk diwujudkan ( secara kesempatan, waktu, dan tentunya biaya ) silakan lanjutkan. Mengapa tidak? Bukankah jalan ada dalam kemudahan? Bukankah itu undangan dari alam semesta?

Terbukalah untuk semua kemudahan itu. Pelatihan 200jam atau pelatihan khusus sama-sama baik untuk diikuti bila sudah mudah segalanya ( waktu, kesempatan, biaya ). Tidak memaksakan diri, tidak pula membatasidiri. Hidup akan mengalirkan anda pada tujuan itu bila anda sudah siap.

The teacher is ready, when the student is ready.

Sampai jumpa,Β  di Yoga Leaf!

8
Leave a Reply

avatar
4 Comment threads
4 Thread replies
1 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
5 Comment authors
Pujiastuti SindhuOchiNeneng Sri MulyaniarDela JaskaraDiana Elsa Vonie Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Diana Elsa Vonie
Guest
Diana Elsa Vonie

Dear teteho, pertama ikut pelatihan TTC prenatal yoga saya termasuk salah satu dari kategori yg tidak pernah atau buta sekali tentang yoga, namun dorongan passion yg kuat membuat saya nekat ikut, justru untuk memulai belajar mengenal yoga itu sendiri. Bagi saya bisa ikut pelatihan ini dulu di tahun 2012 merupakan berkah sendiri, membuka banyak pintu dan jalan di masa setelahnya. Apalagi saya waktu itu baru menjalani peran sebagai IRT dan new mom, jadi bisa ikut ini sungguh pencapaian besar. Bangga mwnjadi yoga leaf student, itu yg selalu saya ungkapkan ketika kapan memulai prenatal yoga. Dan akhirnya saya mulai senang mendalami… Read more »

Dela Jaskara
Guest

Terimakasih untuk kesempatan belajarnya, setelah mengikuti pelatihan Doula yg saat itu sangat baru di Indonesia, ternyata semesta jualah yang mengantar saya menemukan TTC Prenatal yoga Yogaleaf. Mengalir keberkahan untuk murid dan guru…i am a happy and forever student. sekali lagi terimakasih Teteho Pujiastuti Sindhu dan yogaleaf..

Neneng Sri Mulyaniar
Guest
Neneng Sri Mulyaniar

Hemmm… Selalu mantaaph tulisan teteho nih…. Dan ada yg harus saya stabilo teehh… “hidup akan mengalirkan Anda pada tujuan itu. Bila Anda sudah siap” tepaaat sekali tehhhh…. Makasih utk booster nya tehhπŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ’πŸ˜πŸ’πŸ‘πŸ‘

Ochi
Guest
Ochi

Ikuti kata hati…tidak memaksa diri dan tidak pula membatasi diri…aaahhhh,suka kata2 nya teteehh…ga salah rasanya kmrn udah ikut TTC kids dan inshaaAllah akan melangkah ke 200 jam 😊😊