Meditasi Bening Diri Lawan Korupsi

Tindakan korupsi yang kini semakin menjamur, merajalela, mengakar dan membudaya di berbagai sendi kehidupan masyarakat terasa semakin menyesakkan. Di tengah keprihatinan atas kondisi tersebut, saya meyakini praktik meditasi bisa menjadi salah satu aksi penyeimbang / counter action yang akan melindungi diri dari tindakan yang merugikan banyak orang tersebut, dan mengembalikan integritas dan martabat manusia.

Sebenarnya, tidak ada jenis meditasi apa pun yang bisa melawan korupsi yang telah terjadi di sekeliling kita. Meditasi sifatnya bekerja ke ” dalam diri “, dan bukan ke luar diri. Meditasi untuk “melawan korupsi” ialah meditasi untuk memurnikan diri dari pikiran dan emosi yang menjadi akar penyebab kecurangan/korupsi di dalam diri kita. Diri kita? Ya, DIRI KITA, karena sebelum mengkoreksi orang lain, kita harus membenahi diri sendiri terlebih dulu.

Akar penyebab kecurangan/korupsi adalah rasa takut. Takut merasa kekurangan, takut tidak kebagian, takut kehabisan, dan juga ditunjang oleh situasi yang mendukung kecurangan. Kombinasi dari rasa takut dan kesempatan ini lah awal terjadinya kecurangan. Kecurangan yang bila dibiarkan terjadi berulang-ulang akan menjadi kebiasaan. Akhirnya, kecurangan bukan lagi karena takut akan merasa kekurangan, tapi menjadi keserakahan karena tidak pernah merasa tercukupkan.

Karena ketakutan dan keserakahan awalnya dari pikiran maka dengan bermeditasi seseorang akan mampu membersihkan pikirannya agar terbebas dari akar penyebab korupsi. Dalam meditasi, pikiran akan semakin tenang, murni, dan hening, terbebas dari aktivitas pikiran dan emosi. Dalam keheningan dan kebeningan tersebut, seseorang akan lebih mudah terkoneksi dengan diri/jiwa nya, dengan nuraninya, dan juga dengan Penciptanya. Hubungan yang dekat antara diri dan jiwa, jiwa dan Pencipta inilah yang akan membimbing seseorang menjalani hidup yang lebih lurus dan bermartabat, serta mempengaruhi pilihan-pilihan nya saat menjalani hidup.

Dengan kata lain, seseorang yang selalu terkoneksi dengan nuraninya dan dengan “Kekuatan yang lebih besar dari dirinya” akan memiliki kontrol diri dan kemampuan mengambil keputusan yang lebih baik.

Metode meditasi ini sebenarnya sangat sederhana, namun anda perlu mendedikasikan diri dan waktu untuk rutin berlatih setiap hari. Disiplin adalah kunci sukses dalam hal apapun, termasuk dalam meditasi. Silakan duduk dalam posisi duduk bersila, pastikan punggung tegak namun rileks ( anda juga bisa duduk bersandar pada kursi atau pada dinding ). Kedua tangan bisa diistirahatkan di atas lutut dengan posisi telapak tangan menghadap ke bawah, atau menghadap ke atas.

Atur nafas secara dalam dan perlahan selama beberapa putaran hingga anda merasa lebih nyaman dan rileks. Tarik nafas panjang dan embuskan nafas halus perlahan. Lakukan beberapa putaran nafas hingga tubuh anda semakin terasa rileks, pikiran semakin tenang, dan perasaan semakin lapang. Kemudian kembali ke ritme nafas tenang alami tanpa dikendalikan.

Kemudian arahkan perhatian anda pada aktivitas pikiran dan emosi. Perhatikan setiap aktivitas pikiran dan emosi anda seolah-olah tengah menonton siaran televisi atau mendengarkan radio. Setiap ada aktivitas berpikir, bersihkan dengan cara meleburnya, merelakannya, dan melepasnya terurai dari tubuh dan pikiran. Biarkan setiap suara-suara mental, gambar-gambar, kilasan-kilasan peristiwa, sensasi-sensasi inderawi, dorongan-dorongan keinginan dan sensasi fisik untuk melebur dan terurai hingga pikiran kembali tenang dan hati kembali tentram. Ini adalah proses ” membeningkan diri “, saat semua aktivitas mental yg menyibukkan dan mengeruhkan pikiran diuraikan, dan diri akan kembali tenang, lapang, bahagia. Apa adanya.

Ulangi proses membeningkan diri hingga10-20 menit ( anda boleh memasang timer ). Setelah selesai, kembali atur nafas secara panjang dan dalam, gerakkan tubuh untuk menyudahi meditasi anda.

Lakukan proses tersebut setiap hari dan anda akan merasakan manfaatnya tidak hanya bagi ketenangan fikiran dan keterntraman batin namun juga bagi kesehatan fisik. Dalam kondisi tenang, tentram, dan damai, seseorang akan senantiasa merasa tercukupkan dan terpuaskan sehingga lebih sadar dan mampu menghindari dorongan nafsu untuk melakukan kecurangan atau mengambil yang bukan hak nya.

Bila damai berawal dari diri sendiri, maka memerangi korupsi pun harus dimulai dari diri sendiri. Walaupun meditasi lebih ditujukan ke dalam diri, tentu saja meditasi pun akan berpengaruh positif ke luar diri. Seperti analogi adanya bakteri baik dan bakteri jahat dalam tubuh manusia, yang komposisinya yang paling dominan lah yang akan mempengaruhi bakteri netral ( yang akan menentukan kesehatan fisik manusia ). Bila semakin banyak orang melakukan korupsi ( dalam hal apapun : uang, waktu, suap, dll ) maka korupsi pun akan semakin merajalela dan bahkan akan dianggap biasa saja di masyarakat. Sebaliknya, semakin banyak orang memerangi kecurangan bagi dirinya sendiri, maka semakin banyak orang di lingkungannya yang malu untuk melakukan korupsi.

Mari mulai dari diri sendiri dan keluarga sendiri. Untuk Indonesia yang lebih bersih, bebas dari korupsi.

Salam damai.
Pujiastuti Sindhu

( Pengantar “Meditasi Bening Diri” sebagai bagian dalam aksi damai “Saya Perempuan Anti Korupsi” dan “Keluarga Pemberantas Korupsi¬†?#?kainpercaKPK?” di Bandung, 15 Februari & 8 Maret 2015 )

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of