Jati Diri

Gimana sih kamu, udah setua ini masih saja mencari jati diri?” Kalimat itu terlontar dari seorang teman baik dalam pertemuan kemarin sore. Beliau adalah seseorang yang telah berjasa membukakan jalan untuk saya menulis buku pertama di tahun 2005. Walaupun saat itu ia tengah menceritakan perihal dirinya, dari sekian banyak hal yang ia sampaikan hanya kalimat itulah yang masih terus terngiang di telinga saya hingga kini. Seolah bercermin.

Saya juga sekarang umur udah masuk kepala 4, ngapain lagi sih cari-cari hal baru?

Lho, memangnya ada batasan umur untuk mencari jati diri? Jadi, kalo sudah (merasa) tua ga boleh lagi mencari jati diri? nah kalo seumur hidupnya memang belum pernah menemukan jati diri, masa harus berhenti mencari? Dan saat sudah menemukan jati dirinya, memangnya tidak boleh berubah dan mencari lagi?

Apa yg tengah saya jalani saat ini adalah hasil dari proses di masa lalu, dan apa yg saya lakukan saat ini akan menentukan masa depan. Saya tidak tahu masa depan akan seperti apa. Saya hanya sebatas memperhatikan pertanda2 -lewat hal2 kecil keseharian- untuk memprakirakan seperti apa masa depan. Prakira, karena bisa ya, bisa tidak. Karena lewat hal2 kecil itulah hadir “sekilas petunjuk” tentang masa depan. Walau memang hal kecil dalam hidup saya terlalu banyak untuk mengetahui yang manakah yang akan serius bertumbuh.

Pernahkah berpikir bahwa diri anda yg sekarang barulah sebuah tunas dari sesuatu, yang akan terus bertumbuh menjadi sesuatu yang anda masih belum tahu? Mengapa berpikir bahwa saat ini sudah final? Sangatlah membosankan hidup ini bila sejak awal sudah langsung sampai di tujuan dan tidak ada lagi kelanjutannya, atau terus2an berada di sana.

Nyaman itu candu, menyenangkan, walau sering melenakan dan membuat lalai. Sebaliknya, ketidaknyamanan akan mengguncang kenyamanan, oleh karenanya itu tidak ada yg menyukainya walau sebenarnya mujarab sebagai shock terapi untuk meningkatkan kewaspadaan.

Sedikit ketidaknyamanan baik utk pertumbuhan jiwa, karena tidak ada pertumbuhan di zona nyaman. Stagnan. Perasaan tidak aman itu juga lah yg membuat kita selalu mencari jalan keluar, melampaui keterbatasan, dan kembali baru.

” Mengalir sajalah”, bisik batinku. Betul, karena tidak ada jalan lain. Menolak situasi hanya akan semakin mempersulit diri. Hanya ada 3 cara utk menghadapi situasi: fight ( menjalani ), flight (melarikan diri) atau freeze (tidak menjalani, tidak melarikan diri, stagnan). Dari ketiga cara itu, hanya cara pertamalah yg akan membuat anda lewat dan melampaui situasi. Cara kedua dan ketiga adalah cara pengecut. Kemana pun anda pergi akan dipertemukan lagi dengan situasi serupa dengan wajah berbeda. Percayalah pada dirimu. Jalani.

‘Tapi aku takut melakukan kesalahan’.

Dilakukan atau tidak dilakukan, bukankah ketakutan akan tetap ada, dalam berbagai bentuknya?

‘ Aku tidak tahu bagaimana caranya menjalani’.

Memang tidak ada yg benar-benar perlu dilakukan. Cukuplah berpartisipasi dan hadir sepenuhnya dalam situasi itu, dan biarkan situasinya berkembang. Lakukan apa yang perlu dilakukan, dan lihatlah situasinya akan berubah dan selesai dengan sendirinya.

Berserahlah. Yakinlah Tuhan akan menyelesaikannya untukmu, untuk hal-hal yang kamu tidak mengerti. Cukup dengan hadir sepenuhnya di situ, Ia akan membantumu.

Pencarian jati diri sebenarnya adalah pencarian cinta. Saya dan teman saya sepakat mengapa kita merasakan kekosongan adalah sebagai pertanda bahwa kita harus kembali mencari dimana cinta itu mewujud kedalam bentuk lainnya. Karena cinta adalah sebuah bentuk energi yang berputar mengelilingi kita, yang tinggal di dalam hati, dan akan selalu terlahir dalam bentuk2 cinta yg baru.

Cintalah yg membuat segalanya menjadi menarik, penuh daya pikat dan gairah, sehingga mampu mengalahkan segala keraguan dan ketakutan. Cinta adalah Ilahi yang bersemayam dalam diri manusia. Hidup tanpa cinta adalah sebuah kehidupan yang kering dan tanpa makna.

Apa pun yang saat ini tengah anda jalani , dimana pun anda berada saat ini, siapa pun yang bersama anda saat ini, pastikan cinta ada bersama anda. Bila tidak, teruslah mencari, karena anda memang layak mendapatkannya.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of