Centering, untuk jeda sejenak di tengah hiruk pikuk pikiran

Perhatian yang terpusat adalah kondisi saat seseorang mengumpulkan perhatiannya dan kemudian mengarahkannya pada satu hal, yang diiringi dengan intensitas minat dan rasa keingintahuan yang tinggi. Saat mengalami perasaan yang terpusat, atau mindful, perhatian seseorang akan terkonsentrasi pada satu hal saja dan ia akan mengabaikan hal-hal lainnya yang bukan merupakan objek fokusnya. Kurang lebih,  mirip seperti pengalaman saat tenggelam dalam bacaan yang mengasyikkan, atau saat tekun mengerjakan kegiatan yang kita senangi ^^

 

Apa itu perhatian ?

 

 

Bila pikiran adalah aktivitas otak yang mencakup area luas alam pikiran sadar ( conscious mind ) dan alam pikiran bawah sadar ( unconscious mind ), maka perhatian hanya mencakup alam pikiran sadar ( conscious mind ) yang melingkupi hal – hal yang seseorang ingin ketahui atau ingin lakukan secara sadar, pada satu waktu tertentu saja.

 

Dalam kehidupan sehari-hari, alam pikiran sadar kita ( perhatian ) lebih sering tertarik ‘ke luar’, dan jarang tertarik ‘ke dalam’.  Perhatian sibuk berpindah-pindah menerjemahkan satu sensasi ke sensasi lainnya yang diterima oleh panca indera kita ( penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa, peraba ). Bila pikiran diibaratkan seperti monyet-monyet yang ribut di kepala kita ( brain chatter ), maka perhatian diibaratkan seperti anjing yang berlarian kesana kemari mengejar tulang kemanapun tulang dilempar. Perhatian yang mudah terpecah, teralihkan, atau yang ‘berlarian kesana kemari’ akan memicu pikiran menjadi lebih sibuk, napas cepat dan pendek, jantung berdebar kencang, sehingga sulit berkonsentrasi. Sebaliknya, perhatian yang terpusat akan membuat aktivitas pikiran menjadi lebih tenang dan hening, napas mengalir lebih perlahan, irama detak jantung lebih tenang, sehingga lebih mudah berkonsentrasi. Perhatian yang terpusat merupakan skill yang penting dan diperlukan saat berkonsentrasi, karena tanpa keheningan  tidak mungkin seseorang dapat menerima informasi dengan jelas.

 

Saya Jadi ingat satu ungkapan : ‘ Pay your attention ‘ .. yang kurang lebih ‘ Bawa perhatianmu kesini ‘….. Ungkapan yang bagus dan masuk akal. Tanpa perhatian, kita memang tidak akan mengerti apa-apa.

 

Perhatian akan memicu aktivitas pikiran, yang juga akan memicu reaksi mental berupa emosi, dan kemudian akan memicu berbagai reaksi fisik, seperti debar jantung, kontraksi otot, produksi hormon, dan juga perubahan tekanan darah. Semakin mudah perhatian terpancing, semakin sibuk pikiran, semakin meningkat aktivitas emosi, dan semakin meningkat aktivitas tubuh. Sebaliknya, semakin terpusat perhatian, semakin hening pikiran, semakin stabil aktivitas emosi, dan semakin rileks tubuh.

 

Kita memerlukan kondisi perhatian yang terpusat hampir di setiap waktu, mulai dari saat mengerjakan pekerjaan rumah hingga saat berdoa/beribadah. Perhatian yang terpusat akan meningkatkan konsentrasi yang membuat seseorang lebih fokus, tenang, dan senang, di tengah apapun yang ia lakukan.

 

Apa itu centering ?

 

Centering adalah cara yang dapat membantu seseorang lebih mudah memusatkan perhatian,  yang akan mengendurkan keterikatan dari segala hal yang menarik perhatiannya di luar sana, dan kembali membawanya ke kondisi mindful ( perhatian yang terpusat ). Tujuannya adalah untuk menenangkan pikiran, kapanpun diperlukan ( terutama saat monyet-monyet di kepala anda semakin tidak terkendali ) dan membawa anda kembali ke dalam kekinian, sehingga dapat menikmati hidup secara apa adanya.

 

( Catatan : Konon, aktivitas pikiran manusia bolak balik di dua fase masa, yaitu di masa lalu ( past ) dan di masa depan ( future ). Artinya, manusia menggunakan pikirannya, bila tidak untuk mengingat-ingat kejadian yang telah lalu/bermemori maka ia akan berangan-angan ke masa depan ( walaupun bukan masa depan yang sebenarnya, karena hanya sebatas berangan-angan ). Disaat seseorang memusatkan perhatiannya, ia pun hadir sepenuhnya di masa kini ( present ), karena perhatian hanya bisa terpusat disini, saat ini.

 

Mari kita cek dulu perbedaannya, silakan lakukan sambil pejamkan mata,

Silakan pikirkan tentang hidung ….

dan silakan perhatikan hidung ..

( Semoga cukup jelas maksud perbedaannya ya ^^ ) )

 

Yang Perlu Disiapkan untuk Centering

 

Media memusatkan perhatian yang paling utama adalah napas. Napas menjadi parameter untuk menilai kondisi tubuh dan pikiran kita pada suatu waktu.Prinsip mudahnya : “ Semakin tenang dan dalam napas, semakin tenang pikiran, semakin rileks tubuh. Sebaliknya, semakin cepat dan pendek napas, semakin sibuk pikiran, semakin tegang otot-otot tubuh”. Napas merupakan kunci untuk centering, yang akan menyelaraskan aktivitas fisik dan mental.

 

Mengatur napas secara tenang, dalam, perlahan selama beberapa putaran saat bermanfaat untuk memberikan efek rileks secara instan, seperti yang sering dikatakan oleh orang tua kita dahulu, ‘ saat panik, atur napas ‘.

 

Sekarang silakan cek napas anda. Sedalam dan setenang apakah napas anda saat ini? Dan silakan atur beberapa tarikan napas dalam, embuskan sangat perlahan. Lakukan selama beberapa putaran, dan lebih baik dilakukan dengan mata terpejam.

 

Tapi, walaupun napas merupakan merupakan elemen penting untuk menenangkan dan merilekskan diri ( yang mana keduanya adalah unsur penting untuk kondisi pikiran yang terpusat ), mengatur napas saja tidak cukup, karena rileks adalah kondisi ketenangan yang rapuh dan mudah untuk kembali terganggu.

 

Untuk meningkatkan kestabilan ketenangan anda, tingkatkan rileks anda menjadi terpusat dengan menentukan objek fokus sebagai media anda memusatkan perhatian. Secara singkat,  deskripsi umum mengenai kegiatan centering adalah ‘ mengatur napas dalam dan perlahan, merilekskan tubuh, memusatkan perhatian ke satu hal secara pasif, sambil mengatur napas perlahan, dalam, dan panjang, sambil tetap menjaga kesadaran’. Centering juga merupakan pengantar masuk ke dalam meditasi. ( Ya, meditatif artinya kondisi khusyuk yang mendalam, yang tidak dapat dilakukan tanpa proses pemusatan perhatian / centering terlebih dulu ).

 

Bila anda bukan seseorang yang terbiasa atau menyukai meditasi, tidak apa – apa, anda pun tetap bisa mendapatkan manfaat dari berlatih teknik-teknik pemusatan perhatian, selain untuk memusatkan perhatian dan menenangkan pikiran, anda juga dapat menggunakan teknik centering untuk berhenti sejenak dari hiruk pikuk kegiatan ( plus pikiran ) anda. Untuk kembali mengumpulkan dan mengembalikan perhatian plus kesadaran anda pada saat ini. Kondisi tenang dan tentram ‘ disini, saat ini ’ ini lah yang bisa membebaskan anda dari mempersoalkan hal-hal yang telah lalu, atau berlebihan mengkuatirkan hal-hal yang belum tentu terjadi.

 

Teknik Centering :

 

Berikut ini adalah salah satu metode pemusatan perhatian yang biasa kami lakukan di Yoga Leaf,  Bandung : ( anda bisa melakukannya dengan meminta seseorang membacakannya untuk anda )

 

Silakan cari posisi yang paling nyaman, Savasana, duduk bersila, atau duduk di kursi dengan kaki flat pada lantai dan kedua tangan di atas paha, punggung bersandar nyaman.. Pejamkan mata.

 

Setelah anda memejamkan mata, lemaskan otot-otot tubuh anda, dan atur beberapa putaran napas panjang …. dan …. dalam. Prinsipnya adalah mendalamkan setiap tarikan napas dan mengembuskan napas seperlahan mungkin. Lakukan beberapa putaran napas, secara rileks dan alami. Nikmati saat-saat anda bernapas.

 

Kemudian perhatikan suara-suara yang terjadi di sekeliling anda. Biarkan perhatian anda secara pasif menyusuri suara demi suara. Suara yang berasal di dalam ruangan di mana anda berada, suara yang berada di luar ruangan, atau suara yang datang dari kejauhan. Amati suara-suara tersebut secara pasif, tanpa keinginan untuk memikirkannya lebih jauh, hanya mengamati. Anda dapat juga menyadari bahwa sebelumnya anda tidak pernah menyadari keberadaan suara-suara tersebut. Amati secara pasif, satu persatu.

 

Lalu, biarkan perhatian anda menemukan satu sumber suara terkecil, dan terendah, yang berasal dari lokasi yang terjauh. Tingkatkan konsentrasi anda untuk bisa mendengar suara ini dengan lebih jelas. Amati secara pasif, muncul dan hilangnya suara tersebut. Nikmati selama beberapa saat.

 

Kemudian sadari bahwa saat perhatian anda terpusat pada sesuatu, aktivitas pikiran anda akan melambat, napas anda menjadi lebih tenang, detak jantung anda semakin perlahan, dan tubuh terasa semakin nyaman dan rileks. Arahkan perhatian anda pada tubuh anda sekarang. Rilekskan tubuh anda lebih jauh, dan rasakan anda semakin merasa nyaman.

Arahkan perhatian anda menyusuri bagian-bagian tubuh anda satu persatu, dan secara sadar merilekskan bagian-bagian tersebut, sambil tetap mempertahankan perhatian pada napas :

 

Puncak kepala… wajah…..telinga….kulit kepala…. Leher….. bahu….. lengan…… tangan…… seluruhnya rileks..

 

Dada…… perut……. punggung….. bokong dan panggul ….. seluruhnya rileks…

 

Paha….. lutut….. betis….. pergelangan kaki ….. telapak kaki…… seluruhnya rileks ..

 

Seluruh tubuh…… seluruh tubuh….. nyaman dan rileks..

 

Nikmati beberapa saat disini. Rasakan kehadiran pikiran anda, hati anda, dan tubuh anda. Selaras. Anda telah sepenuhnya hadir disini, saat ini.

 

Kemudian dalamkan kembali napas anda beberapa kali dan mulai menggerakkan jari-jari kaki dan tangan.. mulai membuka mata… dan rentangkan tubuh anda kuat…. Dan silakan buka mata.

………………………….

 

Membawa kesadaran dari puncak kepala ke kaki – grounding – bermanfaat untuk menghadirkan perasaan yang mengakar kuat ke bumi. Mengembalikan perhatian kembali ke rumahnya, di dalam tubuh dan bumi, setelah sebelumnya tercerai berai di awang-awang. Dengan menyelaraskan pikiran dan tubuh, pikiran dan hati, anda pun menjadi selaras dengan alam dan dapat menikmati hidup secara apa adanya. Tanpa intervensi pikiran. Tanpa memikirkan hal-hal yang telah lewat. Juga tanpa mengkhawatirkan hal-hal yang belum pasti terjadi.

 

Dan anda pun dapat kembali melanjutkan aktivitas dengan pikiran dan perasaan yang kembali baru.

Disini, saat ini.

 

Semoga bermanfaat ^^

PS

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of