Baper!

Wajar banget bila semakin penting seseorang utk kita, semakin tinggi ekspektasi sama dia, semakin tinggi kemelekatan, semakin susah memaafkan.

Sebagai org melankolis macam saya, baper itu memang sudah sepaket. Tapi semakin pintar saya menata hati, semakin sadar pula saya bahwa menyimpan kemarahan itu ibarat sembelit yang kalo engga dikeluarkan akan bertambah busuk di dalam badan dan menyebabkan banyak masalah kesehatan.

Katanya tips termudah bila sulit memaafkan ialah “forgiving but not forgotten”. Tapi tau engga sih, dgn tidak melupakan, yang ada malah pikiran2 itu juga yg akan terus menggerogoti dari dalam, menjadi sampah yg membusuk pelan2.

Kita perlu mempraktikkan compassion. Kasih sayang pada diri sendiri adalah yg pertama. Kalau kita tahu efek buruk dari tidak memaafkan, ya lebih baik memaafkan. Kita layak mendapatkan hidup yang damai bebas dari kemarahan.

Praktikkan juga kasih sayang pada orang yang menyakiti kita. Pahami mengapa mereka bisa melakukan itu. Biasanya, ujung2nya sampai pada kesimpulan karena mereka tidak mampu mengendalikan dirinya (pikirannya). Tapi siapa yang tidak begitu? Toh kita pun masih belum terbebas dari ketidakmampuan mengendalikan diri. Berempati pada orang lain akan lebih memudahkan untuk membebaskan dari kemarahan.

Yang penting lagi, praktikkan penerimaan dan keberserahan. Banyak hal dalam hidup yang diluar dugaan. Pertemuan, perpisahan, kebahagiaan, kesedihan memang sudah paket komplit. Mau gimana lagi? emang g bisa diapa2in. Tapi reaksimu bisa diperbaiki.

Semakin engga reaktif sama kesedihan (dan bahkan kebahagiaan), semakin tidak mudah diombangambing perasaan. Yang sedang sedang saja. Biasakan utk engga gampang reaktif sama sensasi2 sedih dan bahagiamu, ( PR buat si melankolis ).

Terakhir saya membaca pesan terselubung dari Alam Semesta lewat cuitan Thich Nhat Hanh ” Happiness is a Habit”. Bahagia itu ada karena kebiasaan.

Bahagia adalah pilihan ( karena kita bisa memilih reaksi kita, mau bahagia atau tidak ). Coba untuk selalu memilih bahagia, setiap saat, maka memilih bahagia dan sisi terang akan menjadi kebiasaanmu.

Kalo sudah bahagia, yang kesel2 kan bakalan lupa dan netral. Kok bisa? karena frekwensi pikiran yg bahagia jauh lebih kuat diatas frekwensi pikiran2 bapermu.

That’s my secret, that s not a secret.

2
Leave a Reply

avatar
1 Comment threads
1 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
2 Comment authors
Pujiastuti SindhuAriesty devi Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Ariesty devi
Guest
Ariesty devi

Ihhh teteh.. sudah keterlaluan cucoknya kitaa 😗.aku lg seneng2nya baca tulisan’y thich nhat hanh.pas buka tulisan iniih.. ehh lgsg ada fotonya.kebetulan yg menyenangkan 🎊🎊